> Berita > Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
Dipublikasi Pada
27 Agustus 2024
Dipublikasi Oleh
Sunaryo S.Kom
Thumbnail Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara
Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara melaksanakan Ujian Promosi Doktor untuk Henny Sri Wahyuni pada 26 Agustus 2024. Disertasinya berfokus pada skrining virtual in silico dan uji in vitro senyawa inhibitor multi target yang berpotensi sebagai kandidat obat antikanker.
HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi pada Senin, 26 Agustus 2024 pukul 10.00 WIB – selesai, di Ruang IMT-GT Lt. 2 Gedung BPA USU.
Promovenda pada sidang terbuka kali ini adalah Henny Sri Wahyuni, dengan disertasi, “Skrining Virtual In Silico dan Uji In Vitro Senyawa Inhibitor Multi Target CHK1, CHK2, dan WEE1 yang Berpotensi sebagai Kandidat Obat Anti Kanker”; dan artikel ilmiah, “The Potential of (2S,3S,4S,5R,6S)-6-[2-(3,4-dihydroxyphenyl)-3,5,7 trihydroxy-4-oxochromen-8-yl]oxy-3,4,5 trihydroxyoxane-2-carboxylic acid as an Anticancer Agent: In Silico an In Vitro Assay”.
Pimpinan Sidang yaitu Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si dengan Komisi Pembimbing: Prof. Dr. Masfria, M.S., Apt sebagai Promotor; Prof. Dr. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc., Apt sebagai Co Promotor; dan Prof. Dr. Poppy Anjelisa Z. Hasibuan, M.Si., Apt sebagai Co Promotor, sedangkan Penguji Luar Komisi: Dr. Aminah Dalimunthe, S.Si., M.Si., Apt.; Prof. Dr. rer. nat. Effendy De Lux Putra, S.U., Apt.; Prof. Dr. Ginda Haro, M.Sc., Apt.; dan Prof. Dr. Dr. Deddy Hermansyah, Sp.B.Subsp.Onk(K).
Uraian Singkat tentang Disertasi Promovenda:
Kanker payudara dan kanker ovarium merupakan salah satu kanker dengan prevalensi dan mortilitas tertinggi pada wanita di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan diagnosis dan resistensi terhadap pengobatan molekuler. CHK1, CHK2, dan WEE1 merupakan jalur molekuler yang terlibat dalam banyak kasus kanker. Aktivasi jalur molekuler ini diinduksi oleh terjadinya kerusakan untai tunggal maupun kerusakan untai ganda pada DNA yang berakibat pada penghentian siklus sel. Penghambatan CHK1, CHK2, dan WEE1 sebagai checkpoint dapat memicu terjadinya apoptosis karena sel dengan DNA yang rusak akan memasuki fase mitosis tanpa melalui perbaikan dan menginduksi terjadinya apoptosis. Saat ini, masih jarang inhibitor yang dapat bekerja pada multi target. Prexasertib merupakan inhibitor selektif pada CHK1 dan CHK2 dan adavosertib merupakan inhibitor selektif WEE1. Kedua inhibitor ini telah melalui uji klinis, namun memiliki efek samping berupa neutropenia, trombositopenia, anemia, dan hepatotoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan senyawa hits yang memiliki potensi sebagai inhibitor multi target terhadap CHK1, CHK2, dan WEE1 yang efektif dan aman. Senyawa potensial diperoleh melalui pemodelan farmakofor yang kemudian dilanjutkan ke tahap molecular docking dan molecular dynamics. Hasil uji in silico kemudian dianalisis dan dilanjutkan ke tahap uji in vitro untuk melihat aktivitas sitotoksik, proliferasi, siklus sel, apoptosis, dan ekspresi protein terhadap sel 4T1 dan MCF-7. Hasil penelitian menunjukkan 6 senyawa yang berpotensi dari hasil molecular docking dan simulasi dinamika molekuler. Dari hasil analisis interaksi, senyawa MCULE-6508263597-0; MCULE-1328845163-0; MCULE 3015027877-0 dan MCULE-6752415685-0 dilanjutkan ke tahap pengujian in vitro terhadap sel 4T1 dan MCF-7. Senyawa MCULE-3015027877-0 dan MCULE 6752415685-0 diketahui memiliki nilai IC50 yang lebih baik dibandingkan pembanding dengan %viabilitas sel yang menurun pada 72 jam. Kedua senyawa memberikan aktivitas pada fase S dan G2M di kedua sel dan pada uji apoptosis, kedua senyawa dapat meningkatkan aktivitas pemacuan apoptosis awal dan akhir di kedua sel. Sementara pada uji ekspresi protein terhadap sel 4T1, kedua senyawa memiliki % parent cell yang lebih rendah dibandingkan dengan kontrol dan pembanding, yang menginformasikan adanya penghambatan pada CHK1, CHK2, dan WEE1. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 2 senyawa hasil pemodelan farmakofor, molecular docking, molecular dynamics, dan pengujian in vitro menunjukkan memiliki aktivitas sebagai inhibitor multi target terhadap CHK1, CHK2, dan WEE1.
SELAMAT & SUKSES kepada Dr. Henny Sri Wahyuni, S.Farm., M.Si., Apt. atas diraihnya gelar Doktor!