Fakultas Farmasi USU Gelar Webinar Nasional Bahas HTA dan Farmakoekonomi
BeritaDosen Farmasi USU Raih Best Poster Presenter di ICCBS 2026 Osaka
BeritaMahasiswa Farmasi USU Raih Kelulusan 100% pada UKOMNAS PDPA 2026
06 Januari 2025
Sunaryo S.Kom
HUMAS FARMASI USU – Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara telah melaksanakan Ujian Promosi Doktor (Sidang Terbuka) Program Doktor Ilmu Farmasi pada Kamis, 19 Desember 2024 pukul 14.00 WIB hingga selesai, di Ruang IMT-GT Lt.2 Gedung BPA USU.
Promovenda pada sidang terbuka ini adalah Bunga Rimta Barus, dengan disertasi berjudul:
"Uji Aktivitas Antibakteri Daun Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc. Var. Rubrum) dan Sediaan Gel dari Fraksi Aktif sebagai Antiinflamasi Terhadap Luka Eksisi yang Diinfeksi oleh Bakteri Uji"
dan artikel ilmiah berjudul:
"Therapeutic Effect of Red Ginger Leaf Ethyl Acetate Fraction Gel on Staphylococcus aureus-Infected Excision Wounds on Rat: A Preclinical Study"
Komisi Pembimbing:
Prof. Dr. Masfria, M.S., Apt. (Promotor)
Dr. Aminah Dalimunthe, S.Si., M.Si., Apt. (Co-Promotor)
Dr. Sovia Lenny, S.Si., M.Si. (Co-Promotor)
Penguji Luar Komisi:
Prof. Dr. rer. nat. Effendy De Lux Putra, S.U., Apt.
Dr. Panal Sitorus, M.Si., Apt.
Prof. Dr. Herbert Sipahutar, M.S., M.Si.
Prof. Dr. Martina Restuati, M.Si.
Daun jahe merah secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk mengobati luka karena kandungan flavonoidnya, seperti quercetin, luteolin, dan resveratrol, yang mendukung penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi aktif daun jahe merah, mengidentifikasi kandungannya, serta mengembangkan formulasi gel fraksi etil asetat untuk luka eksisi yang diinfeksi oleh Staphylococcus aureus, menilai efek antiinflamasi melalui parameter luas luka, persen penyembuhan luka, histopatologi, dan ekspresi TNF-α.
Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan secara in vitro menggunakan metode difusi. Fraksi etil asetat daun jahe merah diisolasi menggunakan kromatografi kolom, dan senyawa aktifnya dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis, FTIR, LC-MS/MS, dan NMR. Fraksi aktif diformulasikan menjadi gel dengan konsentrasi 1%, 3%, dan 5%. Evaluasi antibakteri dan antiinflamasi dilakukan menggunakan voltaren sebagai kontrol positif dan basis gel sebagai kontrol negatif. Parameter yang diukur meliputi diameter zona hambat, ketebalan epidermis, jumlah angiogenesis, dan kadar TNF-α.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 5% fraksi etil asetat memiliki efektivitas terbaik terhadap Staphylococcus aureus, dengan diameter zona hambat 15,07 ± 0,15 mm, ketebalan epidermis 45.423,84 ± 7.235,03 μm, jumlah angiogenesis 26,33 ± 0,31, dan kadar TNF-α sebesar 81,3 ± 25,05 pg/mL. Formulasi gel memenuhi standar evaluasi gel dan efektif dalam menghambat bakteri serta menyembuhkan luka eksisi pada tikus.