Medan, 9 Agustus 2026Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menunjukkan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan pendidikan dan profesionalisme tenaga kefarmasian di Indonesia. Dua dosen Fakultas Farmasi USU, Hari Ronaldo Tanjung, S.Si., M.Sc., Apt. Dan Bayu Eko Prasetyo, S.Farm., M.Sc., Apt. Dipercaya menjadi Penyelia Pusat Uji Kompetensi Nasional Pendidikan Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) metode Computer-Based Test (CBT) yang dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Dalam pelaksanaan UKOMNAS PDPA tersebut, Hari Ronaldo Tanjung, S.Si., M.Sc., Apt. Bertugas sebagai penyelia pusat di Institut Kesehatan Deli Husada, sedangkan Bayu Eko Prasetyo, S.Farm., M.Sc., Apt. Bertugas sebagai penyelia pusat di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

Keterlibatan kedua dosen tersebut sebagai penyelia merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kontribusi nyata Fakultas Farmasi USU dalam mendukung pelaksanaan uji kompetensi nasional bagi calon apoteker. Sebagai bagian dari penyelenggaraan UKOMNAS PDPA, peran penyelia sangat penting dalam memastikan proses pelaksanaan ujian berjalan secara tertib, objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan UKOMNAS PDPA dengan metode CBT juga menjadi bagian penting dalam memastikan calon apoteker memiliki kompetensi yang memenuhi standar sebelum memasuki dunia praktik kefarmasian. Sistem berbasis komputer mendukung proses evaluasi kompetensi yang lebih terstruktur serta menuntut integritas dan profesionalisme dari seluruh pihak yang terlibat.

Kehadiran dosen Fakultas Farmasi USU sebagai penyelia pusat di dua institusi pendidikan kesehatan turut memperluas kontribusi akademik USU dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan profesi apoteker di tingkat nasional. Hal ini sekaligus mencerminkan peran dosen tidak hanya dalam kegiatan pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam mendukung sistem penjaminan mutu dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan.

Kegiatan ini memiliki keterkaitan erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-Being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Pelaksanaan uji kompetensi bagi calon apoteker merupakan salah satu upaya untuk memastikan tenaga kefarmasian yang memasuki dunia pelayanan memiliki kompetensi yang memadai, sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Quality Education (Pendidikan Bermutu) melalui proses evaluasi kompetensi yang terstandar dan profesional. Keterlibatan dosen sebagai penyelia menunjukkan kontribusi perguruan tinggi dalam memastikan mutu pendidikan profesi serta mendukung terbentuknya sumber daya manusia di bidang kesehatan yang kompeten.

Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 17: Partnerships for the Goals (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Kepercayaan kepada dosen Fakultas Farmasi USU untuk menjadi penyelia pusat UKOMNAS PDPA di Institut Kesehatan Deli Husada dan Universitas Sari Mutiara Indonesia mencerminkan adanya kolaborasi dan kemitraan antarlembaga pendidikan tinggi dalam mendukung pelaksanaan uji kompetensi secara nasional. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pendidikan profesi apoteker, menjaga standar kompetensi, serta bersama-sama mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan di Indonesia.

Keterlibatan Hari Ronaldo Tanjung dan Bayu Eko Prasetyo sebagai penyelia pusat UKOMNAS PDPA menjadi bukti bahwa dosen Fakultas Farmasi USU terus mengambil peran strategis dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan profesi apoteker dan pembangunan kesehatan nasional. Kontribusi tersebut diharapkan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antarperguruan tinggi dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan tenaga apoteker yang profesional, kompeten, dan berintegritas.