Fakultas Farmasi USU Gelar Webinar Nasional Bahas HTA dan Farmakoekonomi
BeritaDosen Farmasi USU Raih Best Poster Presenter di ICCBS 2026 Osaka
BeritaMahasiswa Farmasi USU Raih Kelulusan 100% pada UKOMNAS PDPA 2026
17 Desember 2025
Sunaryo S.Kom
HUMAS FARMASI USU — Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) dengan bangga mengumumkan keberhasilan tiga dosen terbaiknya yang telah meraih pendanaan Program Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) Equity DAPT LPDP Tahun 2025–2026, sebuah program strategis yang ditujukan untuk memperkuat kolaborasi penelitian nasional. Prestasi ini diraih oleh Dwi Lestari P., S.Si., M.Si., Ph.D., Apt.; Dr. Denny Satria, S.Farm., M.Si., Apt.; serta Prof. Dr. Sumaiyah, S.Si., M.Si., Apt., yang berhasil lolos dalam seleksi ketat dan kompetitif yang melibatkan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia.
Prestasi ini terjadi sebagai bagian dari upaya LPDP untuk mendorong pengembangan riset yang relevan dan berdampak luas. Program RKI Equity DAPT dirancang untuk memperkuat kapasitas riset perguruan tinggi melalui kolaborasi antaruniversitas, lembaga riset, dan mitra strategis. Dalam konteks ini, keberhasilan para dosen Fakultas Farmasi USU menjadi bukti bahwa kualitas riset dan kompetensi akademik di lingkungan fakultas terus mengalami peningkatan signifikan.
Penelitian yang akan dilaksanakan pada periode 2025 hingga 2026 tersebut berfokus pada pengembangan inovasi di bidang kefarmasian dan kesehatan. Melalui program ini, para peneliti diharapkan mampu melahirkan solusi ilmiah yang menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Riset yang dilakukan bukan hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lapangan.
Kegiatan penelitian ini akan berlangsung melalui mekanisme kolaboratif, di mana para penerima pendanaan akan bekerja sama dengan berbagai institusi mitra sesuai kewajiban program. Pendekatan tersebut memungkinkan terjadinya pertukaran keahlian, penguatan jejaring ilmiah, serta penciptaan ekosistem riset yang lebih kuat. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Fakultas Farmasi USU sebagai bagian dari pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan riset modern.
Dalam lingkungan akademik, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Farmasi USU. Keberhasilan ini memperlihatkan bagaimana komitmen institusi dalam mendukung budaya riset telah membuahkan hasil konkret. Seluruh proses mulai dari dukungan internal fakultas, peningkatan kapasitas dosen, hingga pemanfaatan fasilitas laboratorium menjadi bagian penting dari keberhasilan meraih pendanaan prestisius ini.
Kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs):
SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera: Riset yang dilakukan dosen Fakultas Farmasi USU berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas kesehatan melalui inovasi di bidang obat, terapi, dan layanan kesehatan.
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Peningkatan produktivitas riset akan memperkaya pembelajaran, mendorong terciptanya kurikulum berbasis penelitian, serta memperkuat kapasitas akademik.
SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: Program ini mendukung terbangunnya ekosistem inovasi, memperkuat jaringan riset, serta mendorong kolaborasi yang relevan bagi pengembangan industri farmasi.
SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: RKI merupakan bentuk nyata penguatan kemitraan nasional dalam riset, yang menjadi fondasi penting dalam percepatan pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Fakultas Farmasi USU berharap pencapaian ini menjadi pijakan kuat dalam memperluas kontribusi riset di bidang kefarmasian, meningkatkan daya saing akademik, serta memperkuat jejaring kolaborasi nasional dan internasional. Dengan semangat inovasi dan dedikasi yang terus dibangun, fakultas optimis bahwa keberhasilan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, dunia kesehatan, dan pengembangan ilmu pengetahuan di masa mendatang.